Sebanyak 67 calon anggota Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar mengikuti psikotes Senin (17/11/2014) lalu. Ujian yang berlangsung mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 WIB, dilaksanakan di Aula BPIP (Magister Psikologi) Unpad, Jalan Ir. H Djuanda (Dago) Bandung.

Selama enam jam, sekitar enam psikolog dari BPIP (Magister Psikologi) Unpad menguji potensi kecerdasan dan kepribadian para calon anggota komisioner KPID Jabar, melalui tes tertulis.

Salah satu anggota tim seleksi, Zulriska Iskandar mengatakan pihaknya optimis bisa menemukan sosok anggota komisioner yang dicari lewat psikotes ini. Meskipun dia mengakui bahwa waktu ujiannya terbilang singkat.

“Karena ini sudah menjadi pekerjaan sehari-hari, jadi kami yakin bisa menemukan sosok yang dibutuhkan melalui psikotes ini,” ujarnya di lokasi ujian.

Dia mengatakan bahwa, pihaknya tidak perlu menggunakan metode psikotes yang lengkap, karena tes yang berlangsung sudah dirasa cukup. “Hanya bagian penting saja yang diperiksa,” ucapnya.

Sementara itu, psikolog industri dan organisasi Suryana Sumantri menjelaskan bahwa, untuk menemukan sosok anggota komisioner yang memiliki integritas dan berani melakukan gebrakan terhadap regulasi, dibutuhkan tes yang benar-benar terukur, bukan psikotes seperti memilih pekerja level menengah ke bawah.

“Menurut saya, perlu ujian dengan menggunakan metode assesment center, suatu metode dengan berbagai metode pengukuran, tes tertulis yakni psikotes dan pengetahuan tentang bidang penyiaran dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Suryana, terdapat sejumlah metode lain untuk menyaring calon yang berkualitas.

“Idealnya, untuk menemukan seseorang yang berintegritas bisa dilakukan dengan kuisioner  dan wawancara. Sementara untuk mencari keberanian, bisa penugasan kelompok sesuai dengan tugas KPID, observasi, dan kuisioner. Semuanya tergantung pemohon dan asesor yang terlibat,” ujarnya.

Untuk posisi seperti itu, lanjut Suryana, seharusnya metode asesmen bisa ditentukan dengan bijak. Para anggota komisioner KPID harus memiliki kerjasama yang baik dalam satu tim yang kokoh, berani dan yakin diri dalam mengemukakan pendapat. Mereka juga dituntut untuk menguasai bahasa lisan, tulisan, dan tubuh yang baik, termasuk memiliki kemampuan mengemukakan pendapat dengan komunikasi persuasif.

Menurut Suryana, untuk psikotes yang lengkap seperti itu membutuhkan biaya minimal 10 juta rupiah per kandidat. Biaya tersebut masih belum termasuk biaya makan, akomodasi, dan transportasi. Lantaran waktu yang dibutuhkan pun lebih panjang, yakni 24 jam.

 “Apabila tes dilakukan seperti biasa selama kurang lebih empat jam, bukan berarti salah, hanya ada beberapa kemampuan yang perlu dimiliki calon sulit terjaring melalui psikotes saja,” pungkasnya.

Salah satu calon anggota komisioner, Bulgan Alamin mengaku psikotes yang dia kerjakan tidak terlalu sulit. “Sulit sih enggak, hanya saja cukup menguras otak dan tenaga,” katanya.

Dalam tahap sebelumnya, tim seleksi komisioner KPID Jabar mengubah sistem seleksi komisioner dengan tidak memberlakukan sistem gugur di tiap jenjang penyaringan (baca:Tim Seleksi Jawa Barat Ganti Sistem Penyaringan Calon Komisioner KPID). Sebanyak 67 peserta seleksi komisioner KPID Jabar telah mengikuti uji tertulis dan psikotes. (REMOTIVI/Mega Dwi Anggreini)