Kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2013-2016 akan segera berakhir. Salah satu tugas pokok lembaga ini adalah mengawasi isi siaran televisi baik melakukan pemantauan maupun dengan menerima dan menindaklanjuti aduan masyarakat. Kinerja KPI dalam bagian ini seringkali banyak memicu kontroversi karena berhubungan langsung dengan tayangan-tayangan yang digemari maupun diprotes oleh masyarakat. Pada sejumlah kasus tayangan televisi, kerap KPI bersikap tegas, tetapi tidak sedikit pula tayangan-tayangan yang mendapat protes dan aduan dari masyarakat tetapi tidak diberi sanksi.

KPI menyediakan saluran situs web, sms, hotline (telepon), dan email untuk menerima pengaduan dari masyarakat terkait isi siaran, baik televisi maupun radio. Namun, selama periode ini (2013-2015), aduan masyarakat yang masuk ke saluran aduan KPI yang dapat diakses oleh publik secara luas hanya aduan yang diadukan melalui website. Periode sebelumnya (2010 dan 2011), publik dapat mengakses laporan akhir tahun di laman www.kpi.go.id yang di dalamnya terdapat laporan aduan masyarakat, seperti tayangan yang paling banyak diadukan dari masing-masing stasiun televisi, banyaknya aduan dari masyarakat dalam satu tahun tersebut, dan jenis-jenis pelanggarannya.   

Antara tahun 2013-2015, ada 179 aduan dari masyarakat terkait tayangan televisi yang dapat dilihat melalui situs web KPI, dengan catatan aduan yang dihitung hanya yang menyebutkan judul tayangan pada deskripsi atau judul aduannya. Berikut lima tayangan yang paling banyak diadukan oleh masyarakat:

  1. "YKS" ("Yuk Keep Smile")

"YKS" merupakan variety show yang diproduksi dan ditayangkan di Trans TV. Dalam setiap episodenya, tayangan ini menampilkan komedi panggung, kuis interaktif, penampilan musik, game show, serta tidak ketinggalan ikon tayangan yang juga membuatnya banyak dikeluhkan oleh masyarakat yaitu penampilan Goyang Cesar. Selain Goyang Cesar yang menurut 17% dari total aduan masyarakat tidak bermanfaat bagi penonton, tayangan ini juga dikeluhkan karena guyonan-guyonan yang dibawakan oleh para aktor lebih bersifat bullying dan akan dengan mudah ditiru oleh penontonnya. Tahun 2014, "YKS" berhenti tayang setelah beberapa kali mendapat terguran KPI dan menerima sanksi terakhir berupa penghentian sementara karena dianggap melecehkan tokoh Betawi dalam guyonannya.

  1. "Khazanah"

"Khazanah" merupakan tayangan dokumenter pendek berisi informasi-informasi yang dikait-kaitkan dengan ajaran Islam. Banyak topik-topik yang diangkat justru menimbulkan perdebatan dan tak jarang informasi yang disajikan "Khazanah" dianggap menyesatkan. Meskipun beberapa kali menuai kontroversi dan mendapat 11% dari total aduan di situsweb KPI, namun hingga saat ini "Khazanah" tetap tayang di Trans 7.

  1. "Pesbukers"

"Pesbukers" merupakan acara lawakan yang tayang setiap Senin-Jumat di ANTV. Sejak pertama kali tayang di 2011, tayangan ini banyak diadukan oleh masyarakat karena kata-kata kasar yang sering terdengar dilontarkan oleh para pemainnya. Selama 2013-2015, masyarakat yang mengadukan "Pesbukers" sebanyak 8% dari keseluruhan aduan. Tak jauh berbeda dengan "YKS" yang tayang di Trans TV, komedi-komedi yang disajikan justru berupa saling hina antar pemainnya untuk mengundang tawa penontonnya. Alih-alih menghibur, "Pesbukers" justru beberapa kali mendapat sanksi KPI karena lawakannya. Meskipun banyak dikeluhkan masyarakat, "Pesbukers" masih tayang hingga saat ini.

  1. "Tukang Bubur Naik Haji" ("TBNH")

Sinetron yang diproduksi oleh SinemArt ini tayang di RCTI setiap Senin-Minggu (setiap hari). Hingga sekarang, sinetron yang diangkat dari film dengan judul yang sama ini sudah ditayangkan lebih dari dua ribu episode. "Tukang Bubur Naik Haji" banyak diadukan oleh masyarakat karena alur cerita yang semakin tidak logis dan tidak ada manfaat yang dapat diambil dari sinetron ini. Kekerasan dan kata-kata kasar juga sering mewarnai tayangan ini. Masyarakat yang mengeluhkan sinetron ini di situs web KPI sebanyak 5%.

  1. "Ganteng Ganteng Serigala" ("GGS")

Menceritakan tentang kisah asmara anak-anak remaja yang berasal dari dunia vampir dan siluman serigala yang hidup bersama dengan manusia. Setelah episode musim pertamanya berakhir, saat ini sinetron yang diproduksi oleh Amanah Surga Production ini kembali ditayangkan ulang di SCTV, meski sebelumnya sebanyak 2% aduan masyarakat mengeluhkan konten tayangan yang tidak mendidik. (REMOTIVI/Septi Prameswari)