Bertempat di Wisma Magister Manajemen Universitas Gajah Mada (MMUGM), Jogjakarta, pada tanggal 5-6 Januari 2011, Rumah Sinema bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Indonesia menggelar Konferensi Literasi Media.

Konfrensi ini diikuti oleh 20 orang pemakalah dan 5 orang peserta yang mayoritas berasal dari Fakultas Ilmu Komunikasi dari beberapa universitas seperti Universitas Al-Azhar, Universitas Paramadina, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hassanudin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Indonesia, UKSW Salatiga dan STIKOM Semarang. Adapun beberapa lembaga literasi media yang ikut serta dalam acara ini: Remotivi, Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), dan Lembaga Studi Pers dan Informasi (LESPI).

Gagasan awalnya adalah ingin diterbitkannya sebuah jurnal media berkualitas, melihat bahwa literasi media tengah menjadi gerakan sosial yang marak di Indonesia, namun kajian, renungan atau evaluasi teoritik atas apa yang mereka lakukan belum mencapai tahap optimal. Padahal inilah yang menjadi poin penting dari sebuah gerakan literasi media yang akan berdampak pada masyarakat. Pemakalah Billy Sarwono, Hendriyani dan Guntarto pun mengatakan bahwa pendidikan media berpengaruh terhadap perilaku seseorang dalam memanfaatkan media.

Poin lain disampaikan oleh Dhyah Ayu Retno dan Arianti dalam makalahnya, ‘Koran Ibu: Tantangan Menjawab Persoalan dan Kebutuhan Perempuan Marjinal’. Mereka mengatakan bahwa kebanyakan media belum memperhatikan keberadaan perempuan. Perempuan masih cenderung dipinggirkan, bahkan menjadi korban media. Maka dari itu budaya melek media penting dilakukan guna menjawab persoalan dan kebutuhan perempuan.

Dikatakan Inong, seorang panitia penyelenggara, konferensi ini akan diadakan lagi dengan perspektif yang berbeda. Menurutnya, acara seperti ini perlu digelar rutin sehingga menimbulkan perubahan positif bagi dunia media di Indonesia. (Remotivi/Jefri Gabriel