Trans TV telah berupaya  melakukan perbaikan pada tayangan Kakek-Kakek Narsis (KKN). Hal itulah yang diutarakan perwakilan Trans TV Aris Ananda dalam dialog yang diadakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), pada 31 Mei 2012.

Upaya perbaikan tersebut disetujui oleh Remotivi, yang masih terus mengawal tayangan KKN setelah surat terbuka dilayangkan kepada Trans TV. “Kami melihat, kini bintang tamu perempuan diberi ruang lebih banyak untuk bersuara dibanding sebelumnya,” kata Koordinator Remotivi, Roy Thaniago.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) pun menyambut baik upaya perbaikan atas KKN. Komisioner Komnas Perempuan Andy Yentriyani berharap agar televisi tidak mempertajam subordinasi perempuan di tengah masyarakat.

Menyangkut perbaikan-perbaikan yang dilakukan, M.Y. Sandy dari Trans TV menyatakan, “Tidak ada lagi pertanyaan semacam ‘selain cantik, kamu ngapain saja?’, atau pun adegan buka blazer oleh para bintang tamu perempuan”.

Perlu diingatkan kembali, bahwa gugatan atas tayangan KKN oleh Remotivi dan 30 lembaga lainnya, bukan mengenai cara berbusana para bintang tamu perempuan, namun tentang bagaimana mereka ditampilkan atau dikonstruksi hanya sebagai objek seksualitas semata. Pertanyaan mengenai “kecantikan” yang dituliskan di atas, merupakan salah satu contoh pertanyaan yang melecehkan, seolah yang paling utama untuk dinilai dari perempuan adalah cantik (fisik) semata. Sehingga ketika ada hal lain di luar kecantikan perempuan, itu menjadi sesuatu yang istimewa.    

Dengan perbaikan terus-menerus, Komisioner KPI Nina Armando berharap agar KKN akan menjadi tayangan dewasa yang layak tonton, serta menjadi teladan bagi tayangan-tayangan lain yang serupa. KKN diharapkan bukan menjadi tayangan yang justru mempertajam stereotip gender.

Aris lantas menyimpulkan atas apa yang telah dibahas bersama, yaitu bahwa penilaian atas sebuah tayangan yang dianggap melecehkan perempuan, tidak saja bisa dilihat secara visual atau auditif, namun juga mengenai bingkai atau paradigma yang dibangun atas perempuan yang melekat pada tayangan tersebut. (REMOTIVI/Roselina)