Bersatu Padu Menghadapi Buzzer
Bangku belakang

Bersatu Padu Menghadapi Buzzer



Hari ini industri politik seolah telah melazimkan penggunaan jasa buzzer. Baik dari kubu pemerintah maupun oposisi, keduanya sering tertangkap basah menggunakan buzzer untuk merekayasa pembicaraan di media sosial atau menyerang kelompok tertentu. Akun-akun buzzer ini, baik yang betulan maupun yang fiktif, ditugaskan untuk mengamplifikasi informasi tertentu, tak peduli hoaks atau bukan, sepanjang agenda politik juragannya tersalurkan kepada publik di linimasa.

Jadi buzzer itu susah-susah gampang. Yang jelas: bisa dilatih.

Berlatih Skill Buzzer Sejak Dini - Arif Rizal


Jangan benci buzzer. Justru berterimakasihlah: mereka sedang menguji literasi kita dengan cuma-cuma.

Terima Kasih Buzzer Telah Menguji Literasi Saya - Muhammad Abdul


“Saya sudah beberapa kali digeruduk buzzer di Twitter. Kebanyakan dari mereka menyerang pekerjaan dan status saya atau menjadikan foto diri sebagai olok-olok.”

Bertubi-tubi Diserbu Buzzer di Twitter - Nathanael Pribady


  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kolega x MarkPlus Segitiga Emas Business Park, Jl. Prof. DR. Satrio, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura