Bangku belakang

Kisah Saya dan Akun Seksual di Instagram

Betapa saya sangat terkejut ketika melihat foto saya di-posting oleh akun @islamgarisketat, disertai dengan caption yang mengarah pada seksualitas.

OLEH: Mawar

Mahasiswi yang ingin lulus tahun 2020

Awal menggunakan Instagram pada 2015, saya niatnya adalah sekadar untuk mengisi kekosongan waktu karena sering merasa gabut. Namun, setelah beberapa lama menggunakannya, saya pun mulai menyadari Instagram memiliki manfaat yang berarti dalam kehidupan pribadi saya. Mulai dari kembali terhubung dengan teman-teman lama, update informasi terbaru, hingga menemukan tempat belanja pilihan.

Keadaan inilah yang membuat saya candu menggunakan Instagram. Saya menjadi pengguna aktif yang sering mengunggah foto, berbagi cerita melalui fitur story-nya, hingga sering pula memberikan komentar terhadap postingan teman. Jika dilihat dari fitur “aktivitas” setiap hari, setidaknya saya menghabiskan waktu paling sedikit 2 jam untuk bermain Instagram.

Instagram saya bersifat publik. Jadi siapa pun, terlepas followers atau bukan, bisa melihat apa saja yang saya bagikan di sana. Semula saya merasa tenang-tenang saja atas apa yang saya publikasikan di Instagram. Saya bahkan tidak peduli jika ada akun yang tidak dikenal melihat story saya.

Tapi, suatu ketika ada hal ganjil yang membuat saya sedikit heran. Notifikasi Instagram saya menjadi sangat ramai. Notifikasi itu menunjukkan beragam komentar melalui foto yang menandai saya. Komentar tersebut bukan komentar biasa. Di antaranya berbunyi seperti “hmm teteknya boleh juga”, “waduh bikin basah”, atau “mantep nih diemut”.

Saya pun segera mengklik ragam komentar tersebut. Betapa saya sangat terkejut ketika melihat foto saya di-posting oleh akun @islamgarisketat, disertai dengan caption yang mengarah pada seksualitas yang berbunyi, “Kira-kira enak nggak dalemannya?” dan simbol tertawa. 

Saya sangat syok. Saya pun segera melaporkan postingan dan akun itu ke Instagram. Akan tetapi, berdasarkan pengalaman melaporkan akun, jika hanya seorang diri yang melaporkan biasanya pihak Instagram akan lama memproses. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat story, menandai akun itu sembari berharap teman-teman saya bisa membantu melaporkan.

Namun, alih-alih merasa takut akun tersebut justru malah membuat saya semakin syok. Akun itu mengirim foto lelaki telanjang melalui DM disertai dengan chat mesum seperti “punya kamu mana?”, “ayo dong dibuka”, atau “sini abang angetin”. Keadaan itu membuat saya down dan sangat sedih. Saya pun memutuskan untuk memblokir akun tersebut. 

Setelah diblok, saya tetap berusaha terus melaporkan akun tersebut dengan meminta bantuan banyak teman dan akun alternatif. Akhirnya beberapa hari yang lalu postingan foto saya di akun tersebut sudah hilang. Tapi akunnya masih ada, hanya berganti nama menjadi @ughty.naughtyy.

  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kolega x MarkPlus Segitiga Emas Business Park, Jl. Prof. DR. Satrio, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura