Bernostalgia Bersama Bajaj Bajuri
Bangku belakang

Bernostalgia Bersama Bajaj Bajuri



Bajaj Bajuri memang belum tentu sitkom terbaik Indonesia. Tapi, tak terbantahkan bahwa ia meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Ia merepresentasikan sisi lain kehidupan ibu kota dengan kocak dan bersahaja. Tiap tokohnya unik, pun acap kali menggemaskan. Permasalahannya tak mengada-ngada. Alur ceritanya terngiang bahkan bertahun-tahun setelahnya. Pada Bangku Belakang edisi ini, kami menghimpun curahan pengalaman menonton Bajaj Bajuri. Para penulis mengilas perjumpaan manis dengan sitkom kesayangan mereka itu.

Momen-momen paling manis dengan Nenek adalah ketika menonton Bajaj Bajuri.

Bajaj Bajuri Mempertemukan Saya Kembali dengan Nenek - Tatiana Ramadhina


Sitkom pertama dan terakhir yang saya tonton di televisi Indonesia.

Bajuri dan Siasat Hidup Penuh Intrik - Selira Dian


Pertama kali menonton Bajaj Bajuri sebagai anak SD. Berjumpa kembali dengannya sesudah jadi sarjana ilmu perencanaan kota.

Memaknai Bajaj Bajuri sebagai Place: Impresi, Emosi, dan Memori Jakarta Awal 2000-an - Fahmi Idris


  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kolega x MarkPlus Segitiga Emas Business Park, Jl. Prof. DR. Satrio, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura