Toko Cara Belanja
Student Hidjo
Rp 40.000,00

Penulis: Mas Marco Kartodikromo

Penyunting: Ari Pranowo

Tebal buku: 140 hlm

Tahun terbit: 2010

Penerbit: PT. BUKU SERU

 

Kisah dimulai ketika ayah Hidjo, Raden Potronojo, berencana menyekolahkan Hidjo ke Belanda. Raden Potronojo berharap hal itu bisa mengankat derajat keluarga, yang berasal dari kalangan pedagang. Meskipun sudah menjadi saudagar sukses, sehingga gaya hidupnya bisa menyamai kaum priyayi murni dari garis keturunan, tidak berarti kesetaraan diperoleh. Khususnya, di mata orang-orang (kaum priyayi) yang dekat dengan gouvernement.

Namun, ibu Hidjo, Raden Nganten Potronojo, berpandangan sebaliknya. Ia begitu khawatir melepas Hidjo ke negeri yang sarat dengan "pergaulan bebas". Meskipun demikian, Hidjo juga pergi ke Belanda.

Ketika bersekolah di Belanda, mata Hidjo terbuka melihat kenyataan yang--ternyata--tidak sesuai yang dibayangkan. Di sana, ternyata sama saja seperti di Hindia Belanda. Ada orang yang jadi majikan, ada orang yang jonggos,  ada yang jahat, ada yang baik. Hidjo menikmati sedikit "hiburan" ketika dirinya memerintah orang-orang Belanda di hotel, restoran, atau di rumah kostnya. Di mana, hal ini mustahil dilakukan di Hindia Belanda.

Novel Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo ini pertama kali ditulis tahun 1918 esbagai cerita bersambung di Harian Sinar Hindia, kemudian terbit sebagai buku tahun 1919. Novel ini merekam pertentangan budaya kehidupan priyayi di zaman pergerakan. Di mana, mulai lahir para intelektual pribumi, yang lahir dari kalangan borjoius kecil, dan novel ini juga secara berani mengkontraskan kehidupan di Belanda dan Hindia Belanda.

 

 

 

<
>