Senin (27/12), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengadakan pertemuan di kantornya untuk memediasi protes Remotivi dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) terkait tayangan Primitive Runaway yang disiarkan Trans TV.

Remotivi yang diwakili oleh Jefri Gabriel dan Roy Thaniago menyampaikan keberatannya atas (1) judul "primitive" yang mengarah kepada perlakuan diskriminatif, (2) isi tayangan yang tidak beretika, melecehkan, dan penuh rekayasa, serta (3) menyayangkan sikap KPI yang tidak peka terhadap masalah ini. Roy juga mengatakan bahwa tayangan ini memiliki pandangan jakartasentris “Semua dilihat dari kacamata Jakarta. Masyarakat adat itu dianggap aneh dan lucu.”

Hal serupa juga disampaikan oleh Abdon Nababan, Sekretaris Jenderal AMAN. Ia menegaskan bahwa tayangan Primitive Runaway harus segera dihentikan. Menurutnya, pengemasan acara ini sangat melecehkan masyarakat adat. “Masyarakat adat dijadikan bahan tertawaan dan olokan. Begitu pula dengan konsep acara yang seperti sinetron.” Ia juga menambahkan, melalui riset yang sudah dilakukan AMAN, perlakuan kasar masyarakat adat yang seringkali ditampilkan dalam Primitive Runaway tidak pernah ditemukannya.Bahkan masyarakat adat yang menurutnya tidak pernah menonton televisi ini kaget ketika diberi tahu bahwa dalam tayangan tersebut mereka terlihat seperti binatang buas yang hendak memangsa makanannya, berprilaku kasar baik terhadap artis yang dilibatkan maupun kru televisi.

Menanggapi hal tersebut Trans TV meminta maaf atas kesalahan yang terdapat dalam tayangannya, dan berjanji untuk melakukan evaluasi internal serta segera memperbaiki acara tersebut. KPI yang saat itu diwakili oleh Ezki Tri Rezekin Widianti, Nina Mutmainnah, dan Yazirwan Uyun berjanji untuk membicarakan hal ini lebih lanjut dengan Trans TV. Namun, sampai saat ini belum dapat dipastikan apakah Primitive Runaway akan dihentikan atau tidak. (Remotivi/Indah Wulandari)