REMOTIVI/dibalikbalik
REMOTIVI/dibalikbalik
21/02/2019
Undangan Menulis: Media dan Marjinalitas
Media dan marjinalitas akan menjadi fokus studi dan publikasi Remotivi selama 2019.
21/02/2019
Undangan Menulis: Media dan Marjinalitas
Media dan marjinalitas akan menjadi fokus studi dan publikasi Remotivi selama 2019.

Kelompok marjinal adalah mereka yang mengalami hambatan struktural maupun kultural dalam pemenuhan hak-hak kewarganegaraannya. Ideaspak mendefinisikan “marjinalisasi” sebagai proses yang menyebabkan individu atau kelompok secara sistematis dipersulit dalam berurusan dengan institusi ekonomi dan politik yang dominan, baik karena kelas ekonomi, identitas sosial, afiliasi politik, gender, usia, hingga perbedaan kemampuan fisik dan mental.

Dalam situasi itu, banyak studi mengindikasikan bahwa media punya kontribusi baik dalam membantu pemenuhan hak-hak kelompok marjinal maupun dalam melegitimasi bahkan memicu tindakan diskriminasi terhadap mereka (Briant et al, 2011; Troshanovski, 2016; Gillespie et al, 2013). Peran media tersebut terwujud dalam bentuk representasi.

Representasi, menurut Hall dkk (1997), adalah penggunaan bahasa, tanda, dan citra untuk mengkomunikasikan atau merepresentasikan pemahaman seseorang atas dunia kepada orang lain. Dengan cara inilah dunia disederhanakan dan dikaitkan dengan konsep, sehingga mungkin kita mengerti. Makna yang dihasilkan dari proses inilah yang membentuk berbagai pedoman praktik sosial kita.

Melalui representasi media, isu dan kelompok marginal dipelajari secara sosial. Ia juga ikut mempengaruhi proses pembuatan kebijakan publik. Artinya, representasi yang minim membuat masyarakat dan kebijakan publik mengabaikan keberadaan dan aspirasi kelompok marginal. Lalu, representasi yang keliru bisa mereduksi keberadaan dan aspirasi kelompok marginal yang bisa berujung pada eksklusi sosial.

Tahun ini, isu media dan marjinalitas akan menjadi fokus Remotivi, baik dalam bentuk penelitian dan penerbitan. Program yang mendapatkan dukungan dana dari Voice ini utamanya akan menghasilkan Indeks Media Inklusif. Karena itu, selama setahun penuh Remotivi akan melakukan pemantauan media berita daring yang menyangkut isu marjinalitas.

Melalui Indeks Media Inklusif ini kami bermaksud memberikan peringkat mutu media sekaligus mendorong agar media mempunyai perspektif lebih inklusif dalam bekerja. Kami juga berharap Indeks ini bisa berguna bagi kelompok marjinal untuk mengevaluasi strategi advokasi dan komunikasinya. Karena itu, dalam penelitian ini kami juga akan melibatkan komunitas disabilitas, minoritas seksual, perempuan, dan agama/penghayat minoritas untuk memberi penilaian atas berita yang kami kumpulkan. Indeks ini akan kami publikasikan pada Maret 2020.

Selain itu, untuk menaikkan perhatian khalayak atas isu ini, kami akan melakukan kampanye #KamiAda dan produksi konten seputar isu media dan marjinalitas. Dalam hal yang terakhir inilah kami mengundang Anda yang tertarik menuliskan gagasan dan pengamatannya.

Tulisan tersebut bisa berupa pemantauan Anda tentang bagaimana kelompok marjinal di Indonesia direpresentasikan di media. Bisa juga berupa analisis yang menghubungkan pemberitaan media atau iklim media sosial dengan diskriminasi yang dialami kelompok marjinal. Lebih lanjut, tulisan yang diharapkan tidak mesti melulu bersifat kritik, tapi juga bisa berupa apresiasi atas liputan media, atau mengangkat praktik bermedia kelompok marjinal dalam menegosiasikan posisinya. Tentu saja, tulisan yang kami minati adalah tulisan yang memiliki kedalaman analisis dan kebaruan perspektif, tanpa harus membuat pembaca awam mengalami kesulitan. Info lebih lanjut mengenai kontribusi tulisan bisa dibaca di sini.

Kami nantikan kontribusi Anda.[]


Daftar Pustaka

Briant, E., Watson, N. dan Philo, G. (2011) Bad News for DIsabled People:  How the Newspapers are Reporting Disability. Project Report. Strathclyde Centre for Disability Research and Glasgow Media Unit, University of Glasgow, Glasgow, UK.

Gillespie, L.K., Richards, T.N., Givens, E. M., dan Smith, M. D. (2013). Framing Deadly Domestic Violence. Violence Against Women, 19(2), 222-245. doi: 10.1177/1077801213476457

Hall, S., Evans, J., & Nixon, S. (1997). Representation - Cultural Representations and Signifying Practices. London: SAGE Publ.

Troshanovski, M. (2016) Representation of Minorities in the New Media: Analysis of Professional Journalistic Standards in New Media Practices. Skopje.


Pembaca yang baik, kami sedang menggalang dana untuk kelanjutan kerja Remotivi. Kami ingin bisa terus bekerja membantu publik lebih kritis terhadap media. Kalau Anda berpendapat bahwa kerja-kerja semacam ini diperlukan di Indonesia, dukunglah kami dengan berdonasi di #DukungRemotivi.

Bacaan Terkait
Populer
Jokowi Membawa Kita Menjauh dari Nawa Cita
6 Kasus Kriminalisasi Pers di Era Reformasi
Hoax, Kapitalisme Digital, dan Hilangnya Nalar Kritis (Bagian I)
Savic Ali: Media-Media Garis Keras Punya Semangat Mengimpor Konflik
Membawa "Asolole" ke Layar Kaca