14/07/2016
Evaluasi Kerja KPI Periode 2013-2016
Masa kerja komisioner KPI akan segera habis. Remotivi mengeluarkan sejumlah konten sebagai evaluasi atas kinerja KPI tiga tahun belakangan.
14/07/2016
Evaluasi Kerja KPI Periode 2013-2016
Masa kerja komisioner KPI akan segera habis. Remotivi mengeluarkan sejumlah konten sebagai evaluasi atas kinerja KPI tiga tahun belakangan.

Masa jabatan komisioner KPI periode 2013-2016 akan berakhir pada 27 Juli 2016 nanti. Sejak sebelum menjabat, proses pemilihan komisioner KPI periode ini memiliki sejumlah permasalahan. Mulai dari transparansi, pelanggaran prosedur seleksi, hingga dugaan intervensi DPR dalam pemilihan. Besarnya kepentingan politik dalam jajaran komisioner KPI ini bisa dimengerti karena, ketika proses seleksi berlangsung, Indonesia sedang menjelang Pemilu 2014. Televisi adalah medium komunikasi yang memiliki akses besar terhadap publik dan, belum lagi, kepemilikan 6 dari 10 stasiun televisi bersiaran nasional terkonsentrasi pada 3 figur yang berafiliasi dengan partai politik.

Dengan proses seleksi yang meragukan ini, kinerja KPI pun turut diragukan. Sepanjang 3 tahun menjabat, Remotivi pun memiliki sejumlah catatan buruk tentang kinerja KPI. Berdasarkan survei Remotivi, 94% dari 100 responden merasa tidak puas atas kinerja KPI. Alasan terbesarnya adalah bahwa tayangan TV masih bermasalah (62 orang), lemahnya penegakan aturan (31 orang), dan lemahnya instrumen aturan dan sanksi (14 orang).

Kinerja KPI memang kurang maksimal. Sanksi-sanksi yang diberikan KPI pada tayangan yang melanggar hanya basa-basi. Pemantauan Remotivi menunjukkan bahwa KPI tidak menerapkan sanksi bertingkat, sehingga sebuah tayangan bisa terus mendapatkan sanksi yang ringan meski telah berkali-kali melanggar. Revisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang dilakukan pada periode ini pun memiliki sejumlah catatan, terutama dalam pemberlakuan pasal-pasal yang memanjakan iklan rokok. Langkah KPI dalam membuat riset “rating kualitatif” tak luput dari masalah, mulai dari metode penelitian, hingga maksud pembuatan riset bernilai 7 miliar itu sendiri.

Sejak 12 April 2016 lalu Panitia Seleksi yang dibentuk oleh Kemenkominfo mulai menjalankan tugasnya dalam menyeleksi calon komisioner baru. Melalui sejumlah tahap seleksi, Pansel telah menyusutkan 689 nama yang melamar menjadi 27 nama untuk dibawa ke dalam uji kepatutan dan kelayakan yang akan diadakan oleh Komisi I DPR RI pada Senin, 18 Juli Mendatang. tinjauan atas kinerja dalam periode lalu pun berguna untuk menjadi panduan kerja komisioner KPI yang baru. Selain itu, salah seorang petahana, Sujarwanto Rahmat, juga berhasil mengikuti serangkaian proses seleksi dan ikut serta dalam uji kepatutan dan kelayakan. Kinerja KPI ketika menjabat dalam periode lalu merupakan faktor penting dalam menimbang kelayakan petahana ini untuk dipilih kembali.

Atas pertimbangan ini, Remotivi mengeluarkan sejumlah tulisan yang secara khusus memberikan catatan dan evaluasi atas kinerja KPI periode 2013-2016. Evaluasi-evaluasi ini berupaya melihat bagaimana kinerja KPI dalam menjalankan mekanisme pengawasan dan sanksi, kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan, hingga pengorganisasian keterlibatan publik. []

Daftar Baca

Bacaan Terkait
Populer
Dokumen Panama dan Masa Depan Jurnalisme Investigasi
Anak Kambing Presiden, Politik Tontonan, dan Aksi Kendeng
Senjakala Berita Televisi
Rembang dan Keberpihakan Media
Media Publik di Era Media Digital