23/06/2016
Usulan Remotivi atas Calon Komisioner KPI 2016-2019
Setelah melalui tiga tahap seleksi, Pansel telah menyaring 47 nama calon komisioner KPI. Remotivi mengajukan sejumlah kandidat yang layak dan tidak layak untuk maju ke tahap berikutnya.
23/06/2016
Usulan Remotivi atas Calon Komisioner KPI 2016-2019
Setelah melalui tiga tahap seleksi, Pansel telah menyaring 47 nama calon komisioner KPI. Remotivi mengajukan sejumlah kandidat yang layak dan tidak layak untuk maju ke tahap berikutnya.

Proses seleksi anggota KPI periode 2016-2019 tengah berlangsung. Pada 7 Juni 2016 lalu, tim Panitia Seleksi (Pansel) telah mengumumkan 47 nama hasil seleksi tahap III, yakni tes psikologis. Para peserta ini telah mengikuti proses selanjutnya, yakni seleksi wawancara, pada 13 Juni lalu. Peserta yang lolos tahapan ini akan mengikuti tahap terakhir dalam proses ini, yakni Uji Kepatutan dan Kelayakan di hadapan DPR RI.

Remotivi menilai tim Pansel telah bekerja dengan maksimal dan membuktikan independensinya, sehingga mampu menggugurkan kandidat yang memiliki rekam jejak buruk dalam proses seleksi. Namun demikian, Pansel perlu memastikan bahwa 27 nama yang akan diserahkan untuk mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan adalah kandidat-kandidat terbaik.

Berdasarkan penelusuran atas 47 nama ini, Remotivi menemukan bahwa terdapat 4 kandidat yang direkomendasikan dan 13 kandidat yang tidak layak untuk dipilih sebagai komisioner KPI yang baru. Sementara 30 nama sisanya perlu pertimbangan dan penelusuran lebih jauh.

Sebelumnya, Remotivi telah mengirimkan surat usulan pada tim Pansel mengenai 118 nama yang lolos seleksi tahap II 26 Mei lalu. Kriteria penilaian atas 47 nama ini pun serupa dengan masukan tersebut, yakni:

  1. Direkomendasikan
    Penilaian ini diberikan apabila seorang kandidat diketahui memiliki rekam jejak serta kepedulian pada pembenahan industri penyiaran. Hal ini bisa diidentifikasikan dari sejauh apa kandidat mengetahui persoalan penyiaran, serta solusi apa yang ditawarkannya. Identifikasi ini bisa ditemukan dalam tulisan kandidat sebelum melamar komisioner. Selain tulisan, kami juga mengamati kerja-kerja kandidat yang terkait dengan bidang penyiaran, seperti apabila kandidat bekerja di institusi yang ruang lingkup kerjanya berkaitan dengan pembenahan kualitas siaran. Misalnya, KPI, KPID, atau lembaga swadaya masyarakat dan selama bekerja punya komitmen dan integritas yang diketahui publik.
  2. Tidak direkomendasikan
    Penilaian ini diberikan apabila seorang kandidat diketahui memiliki rekam jejak yang buruk dalam hal kompetensi atau pun independensi. Mereka yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang kami nilai inkompeten dalam bidang ini (contoh petahana KPI pusat saat ini), masih bekerja di industri penyiaran (top level manajemen) dan industri terkait dengan penyiaran (grup perusahaan penyiaran), terlibat partai politik, pencari kerja (melamar di banyak institusi negara), dan terindikasi korupsi. Selain itu, pada kategori ini kami juga memasukan nama kandidat yang tidak memiliki rekam jejak dalam bidang penyiaran, baik pengalaman pekerjaan atau pun tidak ditemukan tulisan yang menunjukkan kompetensinya di bidang yang relevan.
  3. Perlu Dipertimbangkan
    Penilaian ini diberikan apabila peserta memiliki pengalaman dan pekerjaan saat ini di bidang penyiaran, media, komunikasi, dan bidang lain yang relevan, namun tidak ditemukan tulisan yang menunjukkan pengetahuan dan kepeduliannya dalam bidang penyiaran atau tidak diketahui rekam jejak komitmen dan kompetensinya dalam pekerjaan yang dilakukannya. Atau sebaliknya, punya banyak tulisan terkait penyiaran media dan komunikasi, namun kami tidak mengetahui rekam jejak atau kontribusinya dalam kerja-kerja pembenahan dunia penyiaran. Untuk mempersingkat daftar ini, 30 peserta yang masuk dalam kategori ini tidak kami sertakan.

Daftar ini kami bangun berdasarkan data yang dapat kami kumpulkan secara daring, resume peserta yang dirilis oleh Kominfo, serta pengamatan dan pengalaman kami berkecimpung dalam isu penyiaran. Tentu hasil kajian memiliki keterbatasan, karena itu pansel perlu melakukan penggalian lebih dalam lagi untuk menemukan calon terbaik mengisi poisis komisioner KPI 2016-2019.

 

DIREKOMENDASIKAN

 

No

Nama

Pekerjaan

Referensi

Analisis

1.

AG Eka
Wenats
Wuryanta

1461508347

Dosen Universitas Paramadina

Jurnal 1,
Jurnal 2,
Blog.

Memiliki pengetahuan terkait penyiaran, media, dan komunikasi. Hal ini dapat dilhat dari berbagai artikel/tulisan/buku yang telah dipublikasikan. Selain itu, Wenats adalah orang yang selama ini dikenal terlibat aktif dalam mengawal demokratisasi UU Penyiaran. Eka adalah anggota aktif Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran.

2.

Ignatius
Haryanto

1461561543

Deputi Direktur Jaring, PPMN

Buku 1,
Buku 2,
Buku 3,
Buku 4,
Buku 5.

Dikenal luas sebagai intelektual yang memiliki kepedulian pada demokrasi penyiaran. Tulisannya dalam bentuk buku dan artikel di koran menunjukan komitmennya dan pengetahuan yang luas di bidang penyiaran, media, dan komunikasi. Haryanto juga terlibat aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil untuk mengawal demokratisasi penyiaran. Haryanto merupakan peneliti LSPP (lembaga Studi Pers dan Pembangun), salah satu lembaga yang sangat perhatian pada isu kebebasan pers. Ia juga tergabung dalam Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran dan Koalisi Independen Demoratisasi Penyiaran.

3.

Leanika Tanjung

1461480845

Komisioner
KPID DKI
Jakarta

 

Hasil pengamatan atas pada proses Evaluasi Dengan Pendapat perpanjangan izin 10 stasiun televisi swasta, menunjukkan bahwa Tanjung memiliki komitmen dan kompetensi dalam memperjuangkan kepentingan publik. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana Tanjung mengajukan pertanyaan-pertanyaan selama EDP. Tidak hanya itu, ia juga kritis terhadap KPI pusat yang dinilainya kurang serius dalam melaksnakan EDP.

4.

Redemptus Kristiawan

1461473630

Manajer
Program
Media dan
Informasi
Yayasan Tifa

Tulisan 1,
Tulisan 2,
Tulisan 3,
Tulisan 4,
Buku.

Telah lama terlibat langsung dalam gerakan masyarakat sipil di bidang penyiaran. Namanya tergabung dalam berbagai kelompok advokasi yang bertujuan mengawal demokratisasi penyiaran. Kristiawan adalah anggota Koalisi Independen dan Demokratiasai Penyiaran dan Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran. Komitmen Kristiawan memperjuangkan kebebasan informasi juga terlihat dari tulisan-tulisannya di media. Kami menilai ybs memiliki pengetahuan dan komitemen yang jelas pada kepentingang publik.


TIDAK DIREKOMENDASIKAN

 

No

Pelamar

Pekerjaan

Referensi

Analisis

1.

Agung Suprio

1461209212

Dosen UKI
Jakarta

Berita1,
Berita 2.

Tidak memiliki latar belakang pekerjaan di bidang penyiaran dan, sejauh penelusuran kami, tidak memiliki tulisan yang terkait penyiaran, media, atau komunikasi. Tidak memiliki jejak komitmen maupun pengetahuan untuk menjabat sebagai komisioner KPI.

2.

Agus Sudibyo

1461134234

Ketua Program
Studi Akademi
Televisi milik
Yayasan Indosiar

Berita 1,
Berita 2,
Tulisan 1.

Dikenal sebagai salah satu intelektual dalam bidang penyiaran. Rekam jejaknya dalam advokasi isu-isu penyiaran diketahui luas oleh publik. Begitu juga halnya dengan tulisan-tulisan terkait penyiaran.

Namun, semenjak menjadi direktur lembaga survei IRC yang dibiayai MNC Group, Sudibyo mengalami perubahan posisi. Salah satu tulisannya dalam Kompas 22 Januari 2014 menyatakan bahwa konglomerasi media bukan persoalan. Sudibyo pun menyamakan “keberpihakan” dengan “independensi”. Adanya persaingan politik antar pemilik media bukan merupakan bentuk independensi. Karena independensi mestinya dimengerti sebagai kebebasan wartawan untuk memihak kepentingan publik. Fakta ini menunjukkan inkonsistensi Sudibyo dalam memperjuangkan kepentingan publik.

3.

Aldwin Rahadian M.

1461032656

Advokat Law Office
Aldwin Rahadian
& Partners

Calon Wabup Cianjur 2015,
Link 2.

Terlacak sebagai Calon Bupati Cianjur pada pilkada 2015. Ini artinya baik langsung maupun tidak sdr Aldwin terlibat dengan partai politik.

4.

Arif Adi Kuswardono

1461606092

Wartawan PT.Duta Visual Nusantara
Tivi Tujuh
(Trans7)

 

Sampai sekarang masih bekerja sebagai produser di Trans 7. Posisi ini berpotensi menjadi konflik kepentingan ketika menjabat sebagai komisioner.

5.

Hardly Stefano Fenelon Pariela

1460891624

Konsultan Ahli Bidang Manajemen dan Kebijakan Publik, PT. Kualita Prima Indonesia

 

Tidak memiliki latar belakang pekerjaan di bidang penyiaran. Dan sejauh penelusuran kami yang bersangkutan tidak memiliki tulisan yang terkait penyiaran, media, atau komunikasi.

6.

Ismi Nita

1461591828

Dokter
Spesialis Anak

 

Tidak memiliki latar belakang atau pun pengalaman dibidang penyiaran. Selain itu, kami tidak menemukan artikel, buku, ataupun jurnal terkait penyiaran, media, atau komunikasi yang pernah dipublikasikan.

7.

Muhammad Shalahuddin

1461433555

Deputi Direktur Bidang Teknologi Informasi PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero)

 

Tidak memiliki latar belakang pekerjaan di bidang penyiaran. Dan sejauh penelusuran kami yang bersangkutan tidak memiliki tulisan yang terkait penyiaran, media, atau komunikasi.

8.

Nuning Rodiyah

1460738571

Dosen Universitas Muhammadiyah, Sidoarjo
(2010-Sekarang )

Berita 1.

Seorang akademisi. Namun, kami masih meragukan kompetensi dan komitmennya terhadap kepentingan publik. Tiidak ditemukan tulisan/artikel, atau sejenisnya terkait dengan bidang penyiaran, media, atau komunikasi. Selain itu, nama Rodiyah pernah tersangkut dalam kasus korupsi.  

9.

Renaldi Zein

1432646682

Konsultan Independen Komunikasi Media

 

Zein termasuk dalam kategori pencari kerja. Pasalnya, kami menemukan bahwa namanya dalam lamaran berbagai lembaga negara. Sikap ini menunjukkan lemahnya komitmen Zein dan berpotensi menjadikan lembaga publik seperti KPI semata sebagai tempat mencari kerja.

10.

Riyanto Gozali

1460524228

Direktur, PT Konsulindo Informatika Perdana

 

Tidak memiliki latar belakang pekerjaan di bidang penyiaran. Dan sejauh penelusuran kami yang bersangkutan tidak memiliki tulisan yang terkait penyiaran, media, atau komunikasi.

11.

Sidik Mulyono

1461602528

Fungsional Perekayasa MadyaBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

 

Tidak memiliki latar belakang pekerjaan di bidang penyiaran. Dan sejauh penelusuran kami yang bersangkutan tidak memiliki tulisan yang terkait penyiaran, media, atau komunikasi.

12.

Sudjarwanto
Rahmat
Muh Arifin

1461318658

Komisioner
KPI Pusat

Catatan
Remotivi atas
kinerja
petahana:

Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5.

Petahana. Berdasarkan catatan Remotivi, kinerja KPI periode ini sangatlah buruk, sehingga petahana tidak layak untuk kembali menjadi komisioner.

13.

Wahyu
Sardjono

1460419816

Dosen Universitas Bina Nusantara dan MM-UGM

 

Seorang akademisi. Namun kami tidak menemukan artikel ataupun tulisan lain sebelum melamar KPI. Rekam jejak sdr Wahyu dalam advokasi isu penyiaran juga tidak dapat ditemui.

 

Bacaan Terkait
Populer
Dokumen Panama dan Masa Depan Jurnalisme Investigasi
Anak Kambing Presiden, Politik Tontonan, dan Aksi Kendeng
Senjakala Berita Televisi
Rembang dan Keberpihakan Media
Media Publik di Era Media Digital