Foto: THE STORM LAKE TIMES/Dolores Culleen
Foto: THE STORM LAKE TIMES/Dolores Culleen
21/04/2017
Bersama Keluarga Memenangkan Pulitzer
Storm Lake Times, sebuah media kecil yang dikelola oleh sebuah keluarga, meraih penghargaan jurnalisme paling prestisius di Amerika Serikat.
21/04/2017
Bersama Keluarga Memenangkan Pulitzer
Storm Lake Times, sebuah media kecil yang dikelola oleh sebuah keluarga, meraih penghargaan jurnalisme paling prestisius di Amerika Serikat.

Pemenang penghargaan Pulitzer tahun 2017 sudah diumumkan. Hasilnya jelas; media-media besar di Amerika Serikat seperti New York Times, Washington Post, dan Wall Street Journal menghiasi daftar pemenang. Sebagai penghargaan jurnalisme paling prestisius di Amerika Serikat, tentu wajar jika meraihnya sama dengan meneguhkan reputasi sebuah media.

Meski demikian, penghargaan ini tidak hanya didominasi oleh media-media besar. Kejutan tahun ini muncul dari Storm Lake Times yang memenangkan kategori penulisan editorial. Storm Lake Times adalah media kecil yang tingkat sirkulasi sejumlah 3.000 eksemplar setiap kali terbit di kota Storm Lake, Iowa.

Menariknya, Storm Lake Times adalah media yang dikelola oleh keluarga yang jumlah pekerjanya hanya 10 orang. Dengan edisi pertamanya pada 29 Juni 1990, media ini dikelola dan diterbitkan oleh keluarga Cullen. Art Cullen menjadi pemimpin redaksi, sang istri, Dollores Cullen, menjadi fotografer, dan sang anak, John Cullen, menjadi reporter. Sementara John Cullen yang merupakan saudara Art menjadi penerbitnya.   

Jumlah pekerja yang terbatas dan pengelolaan oleh keluarga tidak mengurangi keberanian mereka sebagai sebuah media. Keteguhan inilah yang mengantarkan mereka menuju penghargaan Pulitzer. Pada editorial Storm Lake Times yang meraih penghargaan Pulitzer, isu yang diangkat adalah isu mengenai polusi lingkungan dan pertanian yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar seperti  Monsanto, Koch Brothers, dan Cargill yang diduga bekerjasama dengan pemerintah daerah. 

Seperti disebut oleh komite Pulitzer, editorial yang ditulis Art “didorong oleh laporan yang kuat, keahlian yang mengesankan, serta tulisan yang “terlibat” dan berhasil menantang kepentingan perusahaan pertanian yang kuat di Iowa”.

Selain kisah kesuksesan media kecil ini, kemenangan Storm Lake Times sebenarnya justru menunjukkan semakin berkurangnya media-media yang dikelola oleh keluarga secara independen di Amerika Serikat. Dari tahun ke tahun, jumlah media-media kecil yang dijual kepada perusahaan-perusahaan media besar semakin meningkat.

Laporan dari Wall Street Journal menunjukkan bahwa ada tren penurunan besar-besaran atas jumlah media yang dimiliki secara independen oleh keluarga. Alasan utamanya adalah tingkat keterbacaan yang semakin mengecil dan perubahan model bisnis ke online yang mengganggu model lama. Pada kuartal pertama 2017, lima dari enam penjualan surat kabar di Amerika Serikat merupakan penjualan dari keluarga ke perusahaan media. Sebagai contohnya adalah Frederick News-Post di Maryland yang dijual ke Ogden Newspapers dan Willimantic Chronicle yang diakuisisi Central Connecticut Communications.

Tahun ini, hanya 15 persen dari keseluruhan surat kabar yang dimiliki secara independen oleh keluarga atau individu. Bandingkan dengan angka 75 % di tahun 1975 dan 90 % di tahun 1900. Sementara itu, sampai saat ini tersisa 82 surat kabar yang tetap dimiliki oleh keluarga yang sama lebih dari 100 tahun.

Semakin menurunnya media-media yang dimiliki keluarga juga menunjukkan konsentrasi kepemilikan media di Amerika Serikat yang, saat ini, sudah lazim diketahu bahwa sebuah perusahaan media bisa memiliki lebih dari dua media. Tren ini dimulai pascaperang dunia 2 dan mencapai puncaknya di dekade 1970an. Sesudah itu, konsolidasi kepemilikan media semakin pesat. (REMOTIVI/Wisnu Prasetya Utomo)

Bacaan Terkait
Populer
Ketika Jurnalis Tertipu
Lintang Ratri: Ada Eksploitasi Anak dalam Sinetron Televisi
Ketika Kekerasan “Direstui” dalam Sinetron Remaja
Soeharto, sang Pahlawan Buatan Media Massa
Perilaku Netizen di Media Sosial