14/04/2016
Media Publik di Era Media Digital
Media publik perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan. Pelajaran berharga untuk RRI dan TVRI.
14/04/2016
Media Publik di Era Media Digital
Media publik perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan. Pelajaran berharga untuk RRI dan TVRI.

Jumlah pembaca atau penonton BBC dari kalangan anak-anak muda Inggris meningkat drastis. Pada 2015, sebanyak 68 % dari generasi muda usia 18-24 tahun mengakses berita-berita BBC baik melalui media konvensional (televisi dan radio) maupun daring (situsweb, media sosial, aplikasi). Sementara itu ZDF, media publik di Jerman, hanya mampu menjangkau 24 %  pembaca dalam rentang usia yang sama. Mengapa jumlahnya bisa sedemikian berbeda?

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Reuters Institute for the Study of Journalism, hal ini terjadi karena media-media publik di berbagai negara sedang menghadapi masa transisi dan persaingan yang ketat di era digital. Ketika “semakin banyak orang mendapatkan berita dari media sosial ketimbang media publik”, hanya media publik yang mampu beradaptasi yang membuat kehadirannya tetap relevan. Termasuk juga dalam menjangkau pembaca dari generasi muda.  

Riset tersebut dilakukan di 6 negara Eropa (Inggris, Finlandia, Jerman, Italia, Polandia, dan Prancis) untuk memperhatikan perkembangan media publik di masing-masing negara. Riset ini menunjukkan bahwa di semua negara, kecuali Polandia, lebih dari 25% responden menjadikan telepon pintar (smartphone) sebagai sumber utama untuk mengakses berita-berita daring. Persentase tertinggi ada di Inggris dengan 27%, sementara Polandia memiliki persentase paling kecil, yakni 14%.

Menariknya, di Inggris, separuh pengguna telepon pintar mengaku menggunakan aplikasi berita BBC. Ini menunjukkan adaptasi BBC lebih mulus dibanding media-media publik lainnya yang diteliti. Secara umum, media publik Inggris memang relatif cepat dalam beradaptasi. Hal ini ditandai dengan jangkauan berita daring yang mencapai 48% pembaca. Menyusul pada posisi kedua adalah Finlandia, dengan 39% pembaca.  Keduanya jauh lebih besar ketimbang Jerman (15%), Perancis (16%), Polandia (20%), dan Italia (15%).

BBC bisa beradaptasi dengan relatif cepat karena pengelolanya mau berinvestasi dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Salah satu inovasi yang dilakukan di antaranya dengan membentuk BBC News Lab yang diluncurkan pada 2012. BBC News Lab menjadi lini inovasi bagi BBC dalam membaca kondisi sosial serta menyiapkan respon untuk menghadapinya. Salah satu proyek yang sedang dikerjakan adalah Atomised News, yang ingin melihat bagaimana perilaku pembaca, yang kemudian menjadi masukan bagi adaptasi kerja jurnalistik.

Temuan-temuan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi media publik di Indonesia, TVRI dan RRI. Apalagi, kehadiran media publik di sini pelan-pelan ditinggalkan oleh publik. Pelajaran yang bisa diambil tersebut tidak hanya dari sisi penyediaan informasi yang penting dan relevan bagi publik. Lebih dari itu, juga strategi menghadirkan informasi yang sesuai perkembangan media digital sehingga bisa sampai menjangkau publik di berbagai level usia dan latar belakang. (REMOTIVI/Wisnu Prasetya Utomo)

Bacaan Terkait
Populer
5 Kasus Kekerasan Anak Karena Tayangan Televisi
Kuasa Rating dan Tayangan Tak Bermutu
Apakah Agama Penting Bagi Jurnalis?
Stereotipe Perempuan dalam Media
Zen RS: Kami Ingin Membangun Kultur Riset di Media